Stay informed with our latest announcements, insights, and industry news
( OPINI ) - Di tengah dinamika ekonomi daerah yang sering bergantung pada sektor tradisional seperti pertanian dan perdagangan kecil, kehadiran perusahaan lokal yang mampu tumbuh dan bersaing di pasar nasional bahkan internasional menjadi momentum penting bagi transformasi ekonomi daerah. Salah satu contoh yang menarik adalah keberadaan PT Empat Sekawan Mulia (ESM) di Kabupaten Pamekasan, Madura. Sejak berdiri pada 2019 di kawasan Buddagan, Pademawu, perusahaan ini perlahan berkembang dari produsen rokok lokal menjadi entitas bisnis yang memiliki jaringan distribusi luas dan orientasi ekspor. Lebih dari sekadar perusahaan, PT ESM dapat dilihat sebagai salah satu simbol kebangkitan industri lokal Madura yang mulai menembus batas geografisnya sendiri. Industri Lokal yang Menembus Pasar Global Salah satu indikator penting dari kontribusi ekonomi PT ESM adalah keberhasilannya memperluas pasar hingga ke luar negeri. Produk rokok dengan merek King Djava yang diproduksi perusahaan ini telah menembus pasar internasional seperti Timor Leste, Malaysia, dan Filipina, bahkan menjajaki pasar Eropa seperti Polandia dan Inggris. Ekspor ke Malaysia saja pernah mencapai 500 karton atau sekitar 5 juta batang rokok dalam satu pengiriman. Bagi daerah seperti Pamekasan, capaian ini bukan sekadar aktivitas perdagangan biasa. Ia memiliki makna strategis dalam tiga aspek ekonomi: 1. Meningkatkan nilai tambah tembakau lokal Madura 2. Mengangkat citra produk daerah di pasar global 3. Membuka jalur ekspor baru dari wilayah non-industri besar Madura selama ini dikenal sebagai salah satu penghasil tembakau berkualitas tinggi. Namun selama bertahun-tahun, nilai tambah terbesar justru dinikmati oleh industri besar di luar pulau. Kehadiran PT ESM mengubah sebagian pola tersebut dengan mengolah komoditas lokal menjadi produk bernilai tinggi di daerah asalnya sendiri. Efek Multiplikasi Ekonomi Daerah Kontribusi ekonomi perusahaan seperti PT ESM tidak hanya dilihat dari nilai penjualan atau ekspor, tetapi juga dari efek multiplier yang ditimbulkan terhadap masyarakat sekitar. Dalam praktiknya, perusahaan ini menciptakan beberapa lapisan dampak ekonomi: 1. Lapangan Kerja Industri rokok dikenal sebagai salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, baik dalam produksi, distribusi, maupun pemasaran. Kehadiran pabrik dan jaringan distribusi PT ESM otomatis membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, terutama bagi kelompok usia produktif di Pamekasan. Di daerah dengan tingkat urbanisasi yang relatif tinggi, keberadaan industri lokal seperti ini membantu menahan arus migrasi tenaga kerja keluar Madura. 2. Rantai Pasok Tembakau Sebagai produsen rokok, PT ESM juga berkontribusi pada stabilitas permintaan terhadap tembakau Madura. Ini memberikan manfaat langsung bagi petani tembakau, yang selama ini sangat bergantung pada harga pasar dan kebijakan industri nasional. Jika perusahaan lokal semakin berkembang, maka posisi tawar petani juga berpotensi meningkat karena rantai nilai tembakau tidak lagi sepenuhnya bergantung pada industri luar daerah. 3. Pertumbuhan Ekonomi Sektor Turunan Distribusi produk PT ESM yang telah menjangkau berbagai kota di Indonesia menunjukkan adanya jaringan logistik dan perdagangan yang terus berkembang. Hal ini secara tidak langsung mendorong pertumbuhan sektor lain seperti: • transportasi • distribusi • pergudangan • pemasaran • perdagangan ritel Dengan kata lain, satu perusahaan mampu menciptakan ekosistem ekonomi kecil yang melibatkan banyak pelaku usaha lain. Diversifikasi Usaha dan Transformasi Ekonomi Lokal Langkah menarik lain dari PT ESM adalah upaya diversifikasi bisnis. Melalui jaringan usaha dalam kelompok PT Empat Sekawan Grup, perusahaan mulai merambah sektor ritel dengan membuka gerai Alfamidi di Pamekasan melalui PT Dejava Bisnis Center. Langkah ini penting karena menunjukkan bahwa perusahaan tidak hanya bertumpu pada satu sektor usaha. Diversifikasi semacam ini membawa dua dampak strategis: 1. Mengurangi risiko ekonomi perusahaan 2. Memperluas peluang kerja dan aktivitas ekonomi daerah Lebih jauh lagi, kehadiran ritel modern di kawasan pasar lokal dapat menciptakan ruang interaksi ekonomi baru yang mempertemukan produsen, distributor, dan konsumen dalam satu ekosistem perdagangan. Jika dikembangkan secara tepat, model ini berpotensi menjadikan Pamekasan sebagai hub perdagangan regional di Madura. Perusahaan Lokal dan Tanggung Jawab Sosial Selain kontribusi ekonomi langsung, perusahaan juga menunjukkan keterlibatan sosial dengan masyarakat. Salah satu contohnya adalah kegiatan kurban dengan menyembelih 12 ekor sapi untuk dibagikan kepada masyarakat dan karyawan. Langkah semacam ini mungkin terlihat sederhana, tetapi dalam konteks sosial Madura yang sangat menjunjung nilai kebersamaan, kegiatan tersebut memiliki makna simbolik yang kuat. Perusahaan yang tumbuh bersama masyarakat biasanya memiliki legitimasi sosial yang lebih kuat dibanding perusahaan yang hanya berorientasi pada keuntungan. Peluang Strategis bagi Masa Depan Madura Jika melihat perjalanan PT ESM hingga saat ini, ada beberapa peluang strategis yang dapat dikembangkan untuk kemajuan Pamekasan dan Madura secara lebih luas. 1. Madura sebagai Pusat Industri Tembakau Nasional Selama ini industri tembakau Indonesia terkonsentrasi di beberapa wilayah seperti Jawa Tengah dan Jawa Timur daratan. Madura sebenarnya memiliki potensi besar untuk menjadi cluster industri tembakau tersendiri. Perusahaan seperti PT ESM dapat menjadi pionir dalam membangun ekosistem tersebut, yang mencakup: • industri pengolahan tembakau • manufaktur rokok • riset produk tembakau • ekspor produk olahan 2. Pengembangan Kawasan Industri Lokal Jika pemerintah daerah mampu melihat potensi ini secara strategis, maka pengembangan kawasan industri kecil-menengah berbasis tembakau dapat menjadi motor ekonomi baru bagi Pamekasan. Kawasan industri tersebut dapat menampung: • industri kemasan • percetakan • logistik • distribusi Dengan demikian, satu industri inti akan melahirkan banyak industri pendukung. 3. Mendorong Wirausaha Lokal Pemilik PT ESM juga pernah mengajak generasi muda Pamekasan untuk menjadi pengusaha. Ajakan ini penting karena salah satu masalah utama ekonomi Madura adalah masih terbatasnya jumlah wirausaha lokal skala menengah dan besar. Jika keberhasilan perusahaan seperti PT ESM dapat dijadikan inspirasi, maka Madura berpotensi melahirkan gelombang baru entrepreneur lokal yang mampu menggerakkan ekonomi daerah. Tantangan yang Harus Diantisipasi Meski memiliki kontribusi besar, industri tembakau juga menghadapi sejumlah tantangan seperti: • regulasi cukai • kampanye kesehatan global • persaingan industri rokok besar Oleh karena itu, inovasi produk dan diversifikasi usaha menjadi kunci agar perusahaan lokal tetap bertahan dalam jangka panjang. Langkah ekspansi ke ritel yang dilakukan PT ESM dapat dilihat sebagai salah satu strategi untuk menghadapi tantangan tersebut. Perjalanan panjang PT Empat Sekawan Mulia menunjukkan bahwa perusahaan lokal dapat menjadi motor transformasi ekonomi daerah jika dikelola dengan visi yang kuat dan jaringan bisnis yang luas. Dari sebuah pabrik rokok di Pamekasan, perusahaan ini berhasil memperluas pasar hingga ke luar negeri sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat sekitar. Lebih dari itu, keberadaan PT ESM juga membawa pesan penting: bahwa Madura tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil tembakau, tetapi juga sebagai daerah yang mampu mengolah, memproduksi, dan mengekspor produk bernilai tinggi ke pasar global. Jika momentum ini mampu dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, maka Pamekasan berpotensi berkembang menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Madura—bahkan di Jawa Timur. Penulis: Moh. Hasanuddin (Staff PT ESM)
Read More
PAMEKASAN – PT Empat Sekawan Mulia (ESM) menyalurkan bantuan paket sembako kepada seluruh karyawan perusahaan dalam momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus komitmen perusahaan terhadap kesejahteraan para pekerja. Pembagian sembako dilakukan di lingkungan perusahaan dan diikuti oleh seluruh karyawan. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok para pekerja selama menjalankan ibadah puasa bersama keluarga. HRD PT Empat Sekawan Mulia Nailatul Amaliyah mengatakan bahwa program berbagi sembako ini merupakan agenda rutin perusahaan yang dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai bentuk apresiasi terhadap para karyawan. “Momentum Ramadhan menjadi waktu yang tepat bagi kami untuk berbagi dan menunjukkan kepedulian kepada seluruh karyawan yang selama ini telah menjadi bagian penting dalam perjalanan perusahaan,” katanya, Jumat (6/3/2026). Ia menambahkan bahwa perusahaan ingin memastikan para karyawan dapat menjalani bulan suci dengan lebih tenang dan penuh kebersamaan bersama keluarga di rumah. “Pembagian sembako ini juga menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk terus memperhatikan kesejahteraan karyawan serta membangun hubungan kerja yang harmonis di lingkungan perusahaan,” katanya. Para karyawan menyambut baik program tersebut dan mengapresiasi perhatian yang diberikan oleh perusahaan. Bantuan sembako dinilai sangat membantu dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga selama Ramadhan. Melalui kegiatan tersebut, PT Empat Sekawan Mulia berharap semangat kebersamaan dan kepedulian dapat terus terjaga sehingga Ramadhan tidak hanya menjadi momentum meningkatkan ibadah, tetapi juga memperkuat solidaritas antara perusahaan dan seluruh karyawannya. (HUMAS PT ESM)
Read More
PAMEKASAN — PT Empat Sekawan Mulia (ESM) menyalurkan sebanyak 1.000 mushaf Al-Qur’an kepada sejumlah masjid dan musala yang tersebar di wilayah Madura dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Penyaluran mushaf Al-Qur’an tersebut dilakukan secara bertahap ke berbagai tempat ibadah yang membutuhkan, guna mendukung aktivitas keagamaan masyarakat yang meningkat selama Ramadhan, terutama kegiatan tadarus Al-Qur’an. HRD PT Empat Sekawan Mulia (ESM) Nailatul Amalyah mengatakan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kontribusi sosial kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. “Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk memperbanyak ibadah, termasuk membaca Al-Qur’an. Kami berharap mushaf yang disalurkan ini dapat dimanfaatkan oleh jamaah masjid dan musala untuk kegiatan tadarus maupun pembelajaran Al-Qur’an,” katanya, Jumat (6/3/2026). Menurut dia, masjid dan musala menjadi pusat berbagai kegiatan keagamaan selama Ramadhan, seperti tadarus, kajian keislaman, hingga pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak. Melalui kegiatan berbagi mushaf Al-Qur’an ini, PT Empat Sekawan Mulia berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat serta turut mendukung semangat memakmurkan masjid dan musala di bulan suci Ramadhan. (Humas PT ESM)
Read More
Oleh: Moh. Hasanuddin (Staff PT. ESM) Satu kontainer rokok Exodus dari Madura berangkat ke Polandia. Peristiwanya kecil jika diukur dengan angka ekspor nasional, tapi cukup besar untuk mengusik cara kita memandang ekonomi daerah. Di tengah kebiasaan merayakan kebijakan lewat spanduk dan seminar, keberangkatan ini justru lahir dari proses yang nyaris tak terdengar: kerja rutin, kepatuhan, dan ketekunan yang berlangsung bertahun-tahun. PT Empat Sekawan Mulia (PT ESM) tidak tumbuh dari jargon. Ia dibangun dari disiplin mengelola biaya, memenuhi standar, dan menerima kenyataan bahwa pasar global tidak memberi toleransi atas kesalahan. Uni Eropa, seperti pasar maju lainnya, tidak tertarik pada kisah heroik atau latar belakang sosial produsen. Yang dihitung hanyalah konsistensi mutu dan kepatuhan pada aturan. Dalam konteks itu, keberhasilan PT ESM menembus pasar Eropa adalah pengecualian yang patut dicatat, sekaligus pengingat bahwa standar global bukan sesuatu yang mustahil dipenuhi dari daerah. Selama ini, wacana UMKM naik kelas kerap disederhanakan. Seolah-olah transformasi usaha cukup ditempuh melalui pelatihan singkat, kemudahan perizinan, atau akses pembiayaan. Padahal, naik kelas berarti bersedia masuk ke arena persaingan yang keras dan tanpa empati. Banyak usaha gugur bukan karena kekurangan semangat, melainkan karena tidak siap menghadapi tuntutan kualitas, transparansi, dan keberlanjutan. Pilihan membangun usaha dari Madura—bukan memindahkan basis produksi ke pusat-pusat ekonomi yang lebih mapan—menambah dimensi lain dari cerita ini. Di tengah arus sentralisasi, keputusan untuk bertahan di daerah menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi tidak selalu harus dimulai dari migrasi. Namun pilihan ini juga mengungkap pekerjaan rumah negara: ketimpangan akses logistik, pembiayaan, dan informasi yang masih menjadi beban pengusaha daerah. Satu kontainer ini tidak akan mengubah struktur ekonomi nasional. Ia tidak serta-merta memperbaiki neraca perdagangan atau menciptakan lompatan industri. Tapi ia cukup untuk meruntuhkan satu anggapan lama—bahwa pengusaha daerah hanya cocok bermain di pasar lokal. Fakta menunjukkan, dengan ketekunan dan kepatuhan, mereka mampu bersaing di pasar yang paling menuntut sekalipun. Kisah ini seharusnya dibaca lebih dari sekadar cerita sukses. Ia adalah cermin tentang apa yang bekerja dan apa yang belum dalam ekosistem usaha nasional. Ketika kerja sunyi justru menghasilkan capaian nyata, sementara banyak program berhenti di laporan kegiatan, mungkin sudah saatnya kita menilai ulang prioritas. Dari Madura, satu kontainer berlayar. Yang tertinggal adalah pertanyaan: apakah negara siap mengikuti ritme kerja yang sama tekunnya?
Read More
PAMEKASAN - Awal tahun 2026, PT Empat Sekawan Mulia (ESM) mencatatkan langkah ekspansi dengan mengekspor satu kontainer rokok Exodus ke Polandia, yang merupakan negara anggota Uni Eropa. Ekspor tersebut terdiri atas 285 karton rokok merek Exodus Red dan 100 karton Exodus Menthol. Pengiriman rokok ke kawasan Eropa ini menunjukkan komitmen PT ESM dalam meningkatkan daya saing produk tembakau nasional di pasar global. “Selain memperluas pasar, ekspor ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja ekspor industri hasil tembakau Indonesia,” kata Owner PT ESM, H. Suhaydi, Selasa (3/2/2026). “Ke depan, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan volume ekspor serta menjaga konsistensi kualitas produk guna memperkuat posisi di pasar luar negeri,” ungkapnya. Sementara itu, Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Madura, Andru Iedwan Permadi, menyatakan pihaknya turut mengawal proses ekspor agar seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan. Andru menjelaskan, dalam ekspor perdana ini PT Empat Sekawan Mulia mengirimkan ratusan karton rokok dalam satu kontainer. “Ini adalah hal yang perlu dibanggakan. PT Empat Sekawan telah membuktikan bahwa produk dari Madura mampu bersaing di mancanegara, tidak hanya di satu negara tujuan, tetapi kini merambah hingga ke Eropa,” ujar Andru. Ia menambahkan, Bea Cukai Madura memastikan seluruh proses administratif dan persyaratan ekspor telah dipenuhi perusahaan. “Alhamdulillah, secara persyaratan sudah lengkap semua. Perusahaan telah menjalankan kewajibannya dengan sangat baik, sehingga kami pastikan proses pengiriman ini berjalan lancar hingga ke negara tujuan,” tambahnya. Keberhasilan ekspor ke Polandia ini diharapkan menjadi motivasi bagi pelaku industri lainnya di Madura untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus kepatuhan administrasi dalam melakukan ekspansi pasar ke luar negeri. (Humas PT ESM)
Read More
Langkah Menuju Mimpi Anak-anak Djava yang berstatus yatim dan piatu kini tetap memiliki harapan untuk masa depan yang lebih baik melalui program beasiswa pendidikan, yang membuka akses mereka untuk terus bersekolah dan mengembangkan potensi diri meski di tengah keterbatasan, sekaligus menjadi bukti bahwa kepedulian dan dukungan bersama mampu menghadirkan kesempatan yang adil bagi setiap anak untuk meraih cita-cita.
Read More
Awalnya, masyarakat Madura hanya memungut putung rokok yang berserakan di jalan atau tempat umum. Sisa-sisa tembakau itu dikumpulkan, dibersihkan, lalu dimanfaatkan kembali dengan cara sederhana. Lambat laun, pabrik-pabrik rokok di Pulau Jawa mulai mengirimkan batangan rokok ke Madura untuk diproses ulang dan dikemas dalam plastik. Dari kegiatan sederhana itu, tumbuhlah sumber mata pencaharian baru bagi masyarakat setempat. Tembakau kemudian menjadi tolok ukur kemajuan ekonomi Madura. Komoditas ini mampu menghadirkan pemasukan yang besar, bahkan mencapai Rp 1 hingga 1,5 triliun setiap musim panen. Namun, harga tembakau yang fluktuatif akibat kebijakan pemerintah yang sering berubah yang mendorong masyarakat Madura mencari cara untuk tetap bertahan. Dari situlah muncul kreativitas untuk mengolah tembakau murah menjadi rokok rumahan demi menambah penghasilan. Prosesnya dijalankan secara otodidak, tanpa pengetahuan atau keterampilan teknis yang memadai. Mereka bukan tidak mau mematuhi aturan, tetapi kebutuhan hidup membuat mereka harus terus berusaha. Sementara itu, berbagai program pemerintah dari masa ke masa—seperti bantuan sosial dan padat karya—sering kali tidak berkelanjutan, sehingga dampaknya kurang terasa di lapangan. Seiring waktu, industri rokok rumahan justru tumbuh pesat dan membawa perubahan besar. Pendapatan masyarakat meningkat, lapangan kerja terbuka lebar, dan angka pengangguran menurun drastis. Ekonomi desa hingga kota mulai berputar. Dalam perkembangannya, instansi seperti Bea Cukai dan pihak terkait ikut hadir memberikan pembinaan serta pengawasan. Rokok-rokok lokal pun mulai dilekati pita cukai resmi, sehingga tak lagi dianggap bodong dan justru turut menyumbang pendapatan negara. Meski demikian, perjalanan industri rokok di Madura tidak selalu mulus. Banyak tantangan yang dihadapi, mulai dari ketidakpastian kebijakan hingga keterbatasan peluang kerja di luar sektor ini. Dahulu, sebelum industri ini berkembang, tingkat kriminalitas di Madura sangat tinggi, dari pencurian hingga carok kerap terjadi. Namun, dengan tumbuhnya industri rokok, kondisi sosial berangsur membaik. Kriminalitas menurun, kesejahteraan meningkat, dan semakin banyak anak-anak yang bisa melanjutkan pendidikan. Secara demografis, Madura memang tidak memiliki banyak pilihan sektor ekonomi. Selain tembakau, hanya garam yang menjadi andalan. Jika keduanya gagal, dampaknya sangat besar bagi masyarakat. Program-program pemerintah seperti BOS, Bansos, atau padat karya hanya bersifat sementara, tidak cukup untuk menopang kebutuhan jangka panjang. Karena itu, kebijakan terhadap industri rokok di Madura harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kearifan. Mematikan industri ini sama saja dengan menciptakan masalah sosial baru. Di daerah dengan sumber daya terbatas, menghentikan industri rokok berarti menghilangkan mata pencaharian ribuan keluarga. Solusinya bukan menutup, tetapi membimbing, menata, dan memberdayakan agar industri ini tetap berjalan sesuai aturan. Fakta menunjukkan bahwa industri rokok telah menekan angka pengangguran, menurunkan kriminalitas, serta meningkatkan taraf hidup dan pendidikan masyarakat Madura. Kalau boleh jujur, kini, mencari tenaga kerja untuk pabrik rokok di Madura justru semakin sulit, bukan karena pengangguran, tetapi karena hampir setiap daerah telah memiliki industri rokok rumahan sendiri. Masyarakat menjadi lebih mandiri, produktif, dan mampu menggerakkan roda ekonomi lokal. Oleh sebab itu, dalam menentukan kebijakan cukai dan regulasi industri, pemerintah perlu memahami kondisi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat Madura. Sebab pada akhirnya, industri rokok di Madura bukan sekadar persoalan ekonomi, melainkan bagian dari perjuangan hidup dan martabat masyarakatnya. ———— Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang lebih berpihak dan membimbing, agar sektor ini tetap hidup dan produktif. Salah satu langkah yang dinilai tepat adalah dengan menerbitkan pita cukai kelas III. Regulasi mengenai penggolongan tarif cukai sebenarnya telah diatur melalui berbagai peraturan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, seperti PER-16/BC/2022 dan PER-19/BC/2024, yang menegaskan pentingnya perlindungan terhadap industri hasil tembakau padat karya tanpa mengabaikan upaya pengendalian konsumsi. Sistem penggolongan ini memungkinkan adanya tarif cukai yang lebih rendah bagi produsen kecil, agar mereka tidak tersingkir oleh dominasi industri besar. Selain itu, Peraturan Dirjen Bea dan Cukai Nomor PER-15/BC/2024 juga mengatur bentuk, spesifikasi, dan desain pita cukai, termasuk pembedaan berdasarkan warna dan jenis hasil tembakau. Pengaturan ini memperkuat bahwa pemerintah memang memiliki mekanisme klasifikasi yang dapat digunakan untuk memberikan ruang kebijakan berbeda bagi industri kelas bawah. Dalam berbagai kesempatan, sejumlah pihak seperti DPD RI pun telah menyuarakan dukungan terhadap gagasan Golongan III untuk Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) produksi industri kecil. Kebijakan ini dinilai mampu menjadi jembatan antara kebutuhan pasar rokok dengan harga terjangkau dan upaya pemberantasan rokok ilegal, dua hal yang selama ini menjadi dilema utama di sektor hasil tembakau. Dengan demikian, penerbitan pita cukai kelas III bukan sekadar kebijakan fiskal, melainkan bentuk nyata dari kehadiran negara dalam membina, melindungi, dan menghidupkan kembali denyut industri rokok kecil yang menjadi bagian dari ekonomi rakyat. Penulis: Owner PT ESM, Haji Suhaydi.
Read More
PAMEKASAN - Dari tangan seorang perantau, lahirlah sebuah mimpi besar yang kini dikenal sebagai PT Empat Sekawan Mulia (ESM). Perusahaan rokok lokal yang tumbuh dari kesederhanaan, namun berani menatap dunia. Di baliknya berdiri sosok Haji Suhaydi, atau yang akrab disapa Haji Edi, seorang putra Lombok yang menjadikan Madura sebagai tanah pengabdian dan harapan. Haji Edi lahir di Lombok pada 30 Oktober 1974. Perjalanannya tidak dimulai dari kemewahan, melainkan dari bawah, dari kerja teknis yang menuntut ketekunan dan keuletan. Tahun 2005 menjadi titik penting dalam hidupnya ketika ia bergabung dengan PT Sadhana Arif Nusa Madura sebagai teknisi lapangan. Dari sana, ia belajar mengenal dunia tembakau secara menyeluruh—tentang proses, kualitas, dan nilai kejujuran dalam bekerja. Langkah demi langkah dijalani. Jatuh dan bangkit menjadi bagian dari proses hingga akhirnya ia dipercaya menduduki posisi station manager. Dari pengalaman panjang itulah Haji Edi memahami satu hal penting: industri tidak dibangun dari warisan, tetapi dari kerja keras, keteguhan, dan keberanian mengambil risiko. Kesadaran itulah yang melahirkan PT Empat Sekawan Mulia, yang resmi berdiri pada 28 Oktober 2019, bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Sebuah tanggal yang sengaja dimaknai sebagai simbol persatuan dan semangat kebangkitan. Nama Empat Sekawan bukan sekadar identitas bisnis, melainkan penghormatan kepada empat sahabat yang setia mendukung langkahnya sejak awal—sebuah pengingat agar sejarah dan kebersamaan tidak pernah dilupakan. Brand perdana yang dilahirkan adalah Djava Kretek Hijau. Nama Djava dipilih sebagai penanda kuatnya rasa dan karakter Indonesia. Dari Madura, Haji Edi meracik cita rasa yang berani, konsisten, dan berkarakter—menyatu dengan identitas lokal namun berstandar global. Perusahaan yang bermula dari mimpi sederhana itu tumbuh pesat. Kini, PT Empat Sekawan Mulia memproduksi lebih dari 20 brand Java melalui dua pabrik yang beroperasi di Sumenep dan Pamekasan. Tak hanya menguasai pasar domestik, produk-produk PT ESM juga secara rutin menembus pasar internasional, termasuk Filipina, menjadi bukti bahwa rokok lokal Madura mampu bersaing di panggung dunia. Pengakuan itu semakin kuat ketika Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman secara simbolis melepas ekspor produk PT ESM. Momentum tersebut menjadi penanda bahwa nama Madura kini ikut berkibar di luar negeri, membawa cerita tentang kerja keras, kualitas, dan kearifan lokal. Bagi Haji Edi, membangun PT ESM bukan semata membangun bisnis. Ia ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas: membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, dan menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap produk daerahnya sendiri. Perjalanan panjang yang dilaluinya menjadikan PT Empat Sekawan Mulia layak disebut sebagai pelopor rokok lokal berkelas dunia. Sebuah kisah tentang mimpi yang diracik dengan ketulusan—dari seorang putra Lombok yang jatuh cinta pada Madura, dan memilih menjadikannya rumah untuk berkarya. (Humas PT ESM)
Read More
PAMEKASAN - Kesuksesan Pabrik Rokok (PR) Empat Sekawan yang kini sudah menjadi PT Empat Sekawan Mulia (ESM) patut ditiru. Sebab, rokok yang diproduksi perusahaan tersebut dipasarkan ke berbagai negara. Owner PR Empat Sekawan Suhaydi mengatakan, PR di Madura sangat banyak. Salah satunya berdiri di Kabupaten Pamekasan. Itu mengindikasikan masyarakat Madura memiliki potensi luar biasa untuk berdaya saing di pasar internasional. ”Itu telah kami buktikan. Setiap bulan kami rutin ekspor tiga kontainer ke berbagai negara. Seperti Malaysia, Singapura, Filipina, Timor Leste, dan sebagainya,” ujarnya. Menurutnya, capaian tersebut bukan hanya kebanggaan bagi PR Empat Sekawan, melainkan juga menjadi kebanggaan bagi semua elemen, khususnya masyarakat Pamekasan. ”Untuk terus mendapatkan kepercayaan, harus terus menjaga kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkan,” katanya. Dijelaskan, apa yang telah dicapai PR Empat Sekawan diharapkan dapat menginspirasi banyak kalangan. Khususnya generasi muda (milenial). Sehingga, kelak menjadi pengusaha tangguh. ”Mereka (generasi muda) akan melanjutkan apa telah dicapai pengusaha yang eksis di masa kini. Anak muda harus lebih semangat merintis usaha,” ulasnya. Ditambahkan, anak muda harus menjadi pengusaha. Sebab, jika memiliki usaha, dapat membuat pikiran generasi muda lebih fokus. ”Hari-hari mereka akan diisi kegiatan yang positif. Jika memiliki usaha, mereka akan memiliki pendapatan dan bahkan dapat berbagi rezeki kepada sesama,” tutur Suhaydi. Suhaydi berpendapat, menjadi pengusaha tidak dibatasi usia. Tidak hanya dari kalangan orang tua, anak muda justru diyakini memiliki peluang yang besar untuk merengkuh sukses. Syaratnya, harus pandai membaca dan memanfaatkan peluang. ”Apalagi, sekarang merajut relasi dan mendapat akses ke luar negeri sangat mudah. Sudah didukung teknologi,” ulas Suhaydi. Dia berharap terus menginspirasi masyarakat, khususnya anak muda. Sehingga, semakin semangat untuk menjadi pengusaha dan tidak mudah menyerah saat diberi kesempatan untuk merintis usaha. ”Kami selalu mendorong agar generasi muda bisa jadi pengusaha yang sukses dan bermanfaat bagi sesama,” katanya. Selain itu, generasi muda mesti bergerak cepat menyesuaikan arus zaman. Misalnya, memiliki usaha rumahan yang hasilnya menjanjikan. ”Generasi muda mesti kian giat untuk berkarya. Kita harus terus berkembang menyesuaikan dengan zaman,” pungkasnya. Sumber: Radar Madura
Read More
Perusahaan Rokok (PR) PT Empat Sekawan Mulia tumbuh dari Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan. Dari ruang sederhana di pedesaan Madura, industri ini perlahan membangun pijakan hingga akhirnya mampu menembus pasar internasional. Tahun 2025 menjadi tonggak emas—sebuah fase lompatan yang menandai transformasi PT Empat Sekawan Mulia dari industri lokal menembus dunia. Sebanyak 10 juta batang rokok Madura berhasil diekspor ke Filipina. Capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan simbol keberanian dan konsistensi dalam menjaga kualitas. Ekspor perdana ini menjadi pintu masuk PT Empat Sekawan Mulia ke panggung dunia, sekaligus bukti bahwa produk berbasis tembakau Madura memiliki daya saing di pasar internasional. Sepanjang tahun 2025, PT Empat Sekawan Mulia telah tiga kali ekspor dengan tujuh produk unggulan ke berbagai negara, termasuk Filipina dan Malaysia. Produk seperti King Bravo, Java Blueberry, tampil sebagai representasi karakter tembakau Madura—kuat, khas, dan berkelas—yang diterima oleh konsumen mancanegara. Langkah ekspansi pun terus diperluas. Tidak berhenti pada dua negara, PT Empat Sekawan Mulia tengah menyiapkan penetrasi pasar ke India dan Singapura, dengan proyeksi ekspor mencapai 50 juta batang rokok. Persiapan ini menegaskan keseriusan perusahaan dalam memperkuat eksistensinya di pasar global. Kini, ekspor rokok Madura bukan hanya menjadi kebanggaan PT Empat Sekawan Mulia, tetapi juga kebanggaan bersama. Ia menjadi bukti bahwa tembakau Madura mampu bersaing secara global, menggerakkan roda ekonomi, serta menghadirkan kesejahteraan bagi banyak pihak—dari petani hingga pelaku industri di daerah.
Read More
Pada momentum Idul Adha, PT Empat Sekawan Mulia (ESM) turut menyembelih hewan kurban. Tercatat terdapat 12 ekor sapi yang disembelih. Owner PT ESM Suhaydi mengatakan, penyembelihan hewan kurban ini sebagai wujud syukur perusahaannya. “Alhamdulillah untuk kurban tahun ini ada 12 ekor sapi yang disembelih dan akan dibagikan kepada seluruh karyawan dan masyarakat umum,” katanya, Senin (9/6/2025). Suhaydi mengaku senang dan bersyukur karena perusahaannya juga dapat berkurban. Menurut dia, kurban merupakan ibadah yang membutuhkan kesabaran jiwa. “Ikhlas itu wajib, mengorbankan apa pun jika itu sudah perintah Allah SWT,” ujarnya. Secara khusus, Suhaydi mengatakan, dengan berkurban, dia mengajak seluruh karyawan dan masyarakat untuk meneladani pelajaran berharga dari Nabi Ibrahim AS. Yaitu harus berani berkurban. “Terutama untuk seluruh karyawan, mari kita korbankan seluruh tenaga dan pikiran kita untuk kesuksesan kita bersama, tentu demi kemajuan perusahaan kita ke depan,” ajak Suhaydi. Tahun ini, PT ESM yang membawahi puluhan produk rokok itu memasarkan produknya di seluruh gerai Indomaret se Indonesia. Diharapkan ikhtiar tersebut terus berlanjut dan berdampak signifikan terhadap kemajuan perusahaan. “Semoga PT ESM tetap terus tumbuh dan memberi dampak yang lebih baik nan luas bagi semua,” tandasnya.
Read More
PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia kerap melakukan aksi-aksi sosial. Kali ini, perusahaan rokok yang sudah tembus ekspor ini memberikan bantuan listrik gratis Pesantren Goa di Dusun Pao Badang, Desa Klompang Barat, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Bantuan listrik gratis ini guna mendukung kegiatan belajar di Pesantren Goa. “Ini merupakan bentuk realisasi dari komitmen kami (PT Empat Sekawan Mulya) agar senantiasa bermanfaat bagi masyarakat luas dan tidak hanya fokus mencari profit,” kata Owner PT Empat Sekawan Mulia Suhaydi, Selasa (11/2/2025). Pria yang kerap disapa H Edi ini berharap, dengan adanya aliran listrik di lembaga tersebut dapat menunjukkan terhadap proses belajar mengajar lebih baik dan nyaman. Selain memberikan bantuan listrik gratis, PT Empat Sekawan Mulya ini juga memberikan bantuan pembangunan sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK). Fasilitas yang baru rampung dibangun ini memiliki 7 bilik kamar mandi, dan kakus, serta satu area tempat cuci yang dilengkapi dengan satu tangki. Kemudian, juga dibangun tempat wudhu outdoor dilengkapi dengan tanaman hias di sekelilingnya. “Mudah-mudahan dengan adanya fasilitas MCK ini dapat meningkatkan kebersihan dan kesehatan di lingkungan pesantren Goa ini,” ujarnya. Sebelumnya, lanjut H Edi, pihaknya juga telah membangun tembok tanah dan saluran air di area selatan Pesantren Goa. “Semua diniatkan Lillahita’ala. Semoga bermanfaat untuk semua. Perusahaan kami pun semakin berkembang lebih baik karena usaha dan doa masyarakat,” tuturnya. Diketahui, PT Empat Sekawan Mulya menyisihkan sebagian dana untuk corporate social responsibility (CSR) untuk digunakan kegiatan program sosial, termasuk memberikan listrik gratis hingga pembangunan MCK di Pesantren Goa, Dusun Pao Badang, Desa Klompang Barat tersebut. Sumber: yakusa.id
Read More
PAMEKASAN - Rokok lokal asal Madura kembali menunjukkan eksistensinya di kancah internasional. Merek King Djava yang diproduksi PT Empat Sekawan Mulia (ESM) resmi menembus pasar Malaysia dengan jumlah ekspor mencapai 5 juta batang. Pengiriman tersebut menjadi ekspor kedua yang dilakukan perusahaan asal Pamekasan itu. Proses ekspor berlangsung di bawah pengawasan ketat Bea Cukai Madura, mulai dari tahap produksi, pengemasan, hingga kontainer disegel. “Kami memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan. Segel yang dipasang Bea Cukai adalah jaminan keamanan. Jika segel rusak, artinya ada indikasi pelanggaran,” ungkap Kepala Seksi Pelayanan Bea Cukai Madura, Budi Dewantoro, Kamis (4/9/2025). Meski tidak mengawal langsung hingga tujuan, Bea Cukai menjamin keamanan distribusi. Rokok dikirim melalui jalur laut ke Kalimantan, kemudian diteruskan menuju Malaysia lewat Bea Cukai Nunukan. Sementara itu, pemilik King Djava, H. Suhaydi, mengungkapkan ekspor kali ini membawa varian baru dengan rasa blueberry. Varian tersebut diyakini dapat menarik minat konsumen di Negeri Jiran. “Ini terobosan baru dari PT Empat Sekawan Mulia. Kami ingin memperkenalkan cita rasa berbeda, sekaligus melihat respon pasar Malaysia,” jelas pria yang akrab disapa Haji Edi itu. Tak hanya berhenti di Malaysia, ESM juga menargetkan langkah lebih jauh dengan menyiapkan ekspansi ke pasar Eropa, khususnya Belanda. “Kami sedang mempersiapkan produksi untuk pasar Eropa. Mudah-mudahan segera terealisasi,” tambahnya. Haji Edi juga menyampaikan apresiasi kepada Bea Cukai Madura yang telah mendampingi proses perizinan hingga ekspor berjalan lancar. “Dengan strategi ekspansi ini, PT ESM optimistis memperluas jangkauan hingga ke empat atau lima negara pada tahun ini,” pungkasnya. Sumber: yakusa.id
Read More
PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia (ESM) menggelar meet and greet dengan salah satu mitra bisnisnya, yakni Toko Bagus. Kegiatan tersebut digelar di Hotel New Ramayana, Pamekasan, Sabtu (14/6/2025). Owner PT ESM Suhaydi mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu acara penting dalam upaya membangun hubungan yang kuat dan berkelanjutan dengan mitra bisnis. “Kami berterima kasih kepada Toko Bagus yang sudah berkenan menjalin kerja sama. Sebagai bentuk ucapan terima kasih, kami mengundang pihak Toko Bagus hari ini, kemudian juga untuk memperkenalkan produk-produk yang ada di PT Empat Sekawan Mulia,” katanya. Suhaydi mengatakan, produk-produk brand Djava sebenarnya sudah distribusikan ke seluruh Indonesia. Bahkan ada beberapa produk yang sudah diekspor ke beberapa negara, baik itu Timor Leste, Malaysia, dan Filipina. “Dalam waktu dekat ini, Alhamdulillah kita sudah ada kontrak dengan Polandia dan Inggris untuk mengekspor beberapa produk kategori putihan, yaitu King Djava. Dan ada beberapa brand-brand baru, seperti Exodus,” ujarnya. Di hadapan tim Toko Bagus, Suhaydi menegaskan bahwa produk-produk dari PT Empat Sekawan Mulia ini tidak perlu diragukan. Sebab tidak kalah dengan produk-produk lainnya. Bahkan, kata Dia, beberapa kompetitor yang memang kelas satu mengakui bahwa produk PT Empat Sekawan Mulia sangat bisa bersaing. “Di beberapa wilayah, produk-produk kita mendominasi penjualan beberapa produk, termasuk di Jakarta Raya. Satu bulan, bisa menghabiskan 500-600 karton,” kata Suhaydi. Dia pun berharap, pada tahun ini pertumbuhan penjualan meningkat antara 30 hingga 35 persen. Karenanya, pihaknya mencoba menjalin kerja sama dengan modern market, salah satunya Toko Bagus. Selain memang sebelumnya sudah bekerja sama dengan Indomarco. “Kerja sama dengan Toko Bagus ini sebenarnya kita mencoba untuk sambil beramal. Jadi, saya lebih senang bekerja sama dengan pondok-pondok pesantren. Sebab di situ kita tidak hanya berbisnis, namun juga bisa beramal,” tandasnya. Sumber: yakusa.id
Read More
PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia (ESM) melakukan upaya nyata pelestarian lingkungan dengan membagikan 1.000 bibit alpukat kepada masyarakat di Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, Kamis (20/3/2025). Kegiatan ini kelanjutan dari beberapa waktu lalu, di mana ESM melalui program CSR-nya di bidang lingkungan dan pemberdayaan masyarakat telah membagikan 800 bibit durian musang king dan durian hitam atau durian oche kepada warga Desa Bicorong, Klompang Barat, Desa Klompang Timur, dan Desa Bajang. Owner PT Empat Sekawan Mulia (ESM) Suhaydi mengatakan, ini dilakukan dalam rangka mewujudkan Pamekasan yang hijau dan produktif. “Sekarang mungkin belum terasa manfaatnya, tapi 3-4 tahun ke depan akan terasa bahwa alpukat ini punya nilai yang cukup bersaing di pasar,” katanya, Kamis (20/3/2025). Karenanya, kata pria yang kerap disapa H Edi itu, diharapkan, ikhtiar ini mampu meningkatkan kelestarian lingkungan, menjaga ketersediaan air tanah, dan menambah produktifitas masyarakat lewat tanaman alpukat ini. “Lingkungan terjaga, masyarakat juga berdaya,” ujarnya. Camat Pakong Rifki Syamlan mengucapkan terima kasih atas dukungan PT Empat Sekawan Mulia kepada masyarakat Kecamatan Pakong yang telah membagikan 1000 bibit pohon alpukat aligator kepada warganya. “Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Saya selalu Camat Pakong, sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PT Empat Sekawan Mulia. Mudah-mudahan ke depan desa di Kecamatan Pakong menjadi desa agrowisata, pusat buah-buahan,” tandasnya. Sumber: yakusa.id
Read More
PAMEKASAN - PT Empat Sekawan Mulia membantu percepatan rehabilitasi Masjid Al-Mu’minun di Dusun Panyaleh, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Owner PT Empat Sekawan Mulia Suhaydi mengatakan, bantuan ini sebagai bentuk kepedulian untuk mendukung kegiatan sosial keagamaan masyarakat. Bantuan yang diberikan langsung oleh pemilik rokok Djava kepada ketua Takmir Masjid Al-Mu’minun ini senilai Rp100 juta. “Prinsipnya, perusahaan kami juga ingin bermanfaat kepada masyarakat luas. Jadi, tidak hanya fokus mencari profit,” katanya, Sabtu (25/1/2025). Pria yang kerap disapa H Edi itu menyebutkan bahwa perusahaannya menyisihkan sebagian dana untuk corporate social responsibility (CSR) untuk digunakan kegiatan program sosial, termasuk memberikan bantuan pembangunan Masjid Al-Mu’minun ini. Selain itu, H Edi menyebut, perusahaannya juga kerap memberikan bantuan beasiswa bagi warga kurang mampu, pesantren, dan guru ngaji. H Edi meyakini, perusahaannya tidak akan rugi setelah memberikan bantuan kepada masyarakat atau lembaga pendidikan. Justru sebaliknya, akan semakin berkembang lebih baik karena usaha dan doa masyarakat. Sementara ketua Takmir Masjid Al-Mu’minun Mohammad Anwar mengatakan, terima kasih atas bantuan dari PT Empat Sekawan Mulia. Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu untuk rehabilitasi masjid yang sudah berdiri sejak 1997. “Kami dibantu Rp100 juta untuk rehabilitasi masjid ini. Alhamdulillah, sangat membantu. Kami ucapkan terima kasih kepada pak Suhaydi yang telah meringankan beban masyarakat untuk rehabilitasi masjid Al-Mu’minun ini,” ujarnya. Anwar mengatakan, Masjid Al-Mu’minun ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, namun juga sebagai kegiatan masyarakat dalam kajian keislaman. “Dengan adanya bantuan ini, membantu kami dalam menyelesaikan rehabilitasi masjid agar masyarakat bisa segera memanfaatkan untuk kegiatan beribadah serta kegiatan lainnya,” ujarnya. Sumber: yakusa.id
Read More
PAMEKASAN - Eksistensi PT Empat Sekawan Mulia cukup memberikan warna tersendiri bagi masyarakat. Terutama, bagi mereka yang berdomisili di Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, Pamekasan. Salah satu contohnya, perbaikan jalan di kawasan tersebut. Perusahaan ternama itu all-out membantu perbaikan akses jalan yang banyak digunakan oleh masyarakat. Setelah jalan itu diperbaiki, masyarakat kini leluasa menjajaki jalan yang telah beraspal tersebut. Owner PT Empat Sekawan Mulia Suhaydi mengatakan, kerusakan akses jalan di lokasi itu cukup parah. Dengan demikian, perusahaannya tergerak untuk memperbaikinya. Total panjang jalan yang diperbaiki sekitar 1,3 kilometer dan anggaran perbaikan yang dihabiskan Rp 600 juta. ”Prinsipnya, perusahaan kami tidak hanya fokus mencari profit. Namun, perusahaan kami juga ingin memberikan manfaat kepada masyarakat luas dan berkontribusi untuk pembangunan daerah. Dalam hal ini, masyarakat Madura,” katanya, Senin (1/9/2024). Dengan akses jalan yang lebih baik, kata Suhaydi, mobilitas masyarakat tentu akan semakin lancar. Apalagi, PT Empat Sekawan Mulia tidak hanya membantu memperbaiki jalan. Namun, juga menyediakan lampu penerang jalan umum (PJU) di lokasi tersebut. Perusahaan menyisihkan sebagian dana untuk corporate social responsibility (CSR). Dana itu digunakan untuk kegiatan infrastruktur hingga program sosial. Misalnya, memberikan bantuan beasiswa bagi warga kurang mampu, pesantren, dan guru ngaji. Suhaydi meyakini, perusahaannya tidak akan rugi setelah memberikan bantuan kepada masyarakat atau lembaga pendidikan. Sebaliknya, akan semakin berkembang lebih baik. Tentunya, hal itu berkat usaha dan doa masyarakat. Sementara itu, Kades Klompang Timur Beng Handayani mengucapkan terima kasih atas bantuan mandiri PT Empat Sekawan Mulia. Tentunya, program perbaikan jalan di wilayahnya sangat berdampak positif bagi masyarakat. ”Ini teladan yang baik dan harus dicontoh perusahaan lainnya. PT Empat Sekawan Mulia telah terbukti membangun dan meningkatkan sektor infrastruktur. Semoga perusahaan lain juga seperti itu,” harapnya. Menurut Handayani, perbaikan akses jalan di desanya telah lama dinantikan oleh warga. Apalagi, akses tersebut merupakan jalan pintas bagi sebagian warga Kecamatan Kadur yang hendak bepergian ke Kecamatan Pakong. ”Dulu kerusakan jalan sangat parah. Sekarang (jalan, Red) sudah bisa digunakan dengan baik oleh masyarakat. Sekarang tidak perlu khawatir meski musim hujan,” tegasnya. Ainul Yaqin, warga Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong, mengapresiasi langkah PT Empat Sekawan Mulia tersebut. ”Awalnya, banyak yang mengeluh karena kerusakan jalan sangat parah. Alhamdulillah, sekarang sudah dibantu oleh PT Empat Sekawan Mulia. Semoga jumlah jalan rusak yang diperbaiki perusahaan semakin banyak,” pungkasnya. Sumber: Radarmadura.id
Read More
PAMEKASAN, Kualitas rokok yang diproduksi PT Empat Sekawan Mulia (ESM) tidak diragukan lagi. Terbukti, perusahaan rokok asli Pamekasan ini kembali mengekspor ke luar negeri. Perusahaan rokok yang berbasis di Pamekasan ini patut diapresiasi. Sebab, dari sekian perusahaan rokok di Bumi Ratu Pamelingan, PT ESM merupakan satu-satunya perusahaan yang sukses merambah pasar internasional. Meski, hal itu tidak mudah untuk dicapai. Owner PT ESM Suhaydi mengungkapkan bahwa untuk dapat diterima di negara lain perlu pendekatan mencari pasar. Sebab, pasar sifatnya kompetitif. “Alhamdulillah produk kita bisa diterima di negara lain. Ini salah satu bentuk kemampuan kita untuk berkompetisi. Harapan kita, dengan ekspor ini bisa memberikan banyak manfaat dan inspirasi bahwa kalau kita mau berusaha sungguh-sungguh, konsisten, pasti bisa,” katanya, Rabu (9/7/2025). Suhaydi mengatakan, selama ini perusahaannya memang sudah ekspor ke beberapa negara, salah satunya ke Malaysia, Timor Leste. Sekarang ini ada dua negara yang sudah ada perjanjian kerjasama, yaitu ke Polandia dan Australia. Menurutnya, sampai saat ini sudah ada tujuh brand yang diekspor ke luar negeri. “Untuk saat ini satu brand, yakni King Bravo,” ujarnya. Menembus pasar internasional, lanjut Suhaidi, bukan hal mudah. Dia pun berharap dengan adanya brand-brand yang sudah masuk, nanti disusul dengan brand-brand yang lain. “Sekarang kita kirim 1000 karton dengan 10 juta batang,” katanya. “Kita berusaha menjaga kepuasan konsumen supaya bisa percaya produk kita,” pungkasnya. Kasi Perbendaharaan Bea Cukai Madura Budi Suharto mengatakan bahwa sudah menjadi tugas Bea Cukai untuk memberi pendampingan dan dukungan, termasuk terhadap PT Empat Sekawan Mulia. “Karena ini sesuatu yang positif, sebab tidak hanya memberi dampak untuk Madura tetapi kepada bangsa secara keseluruhan. Selain itu mendukung perekonomian, menambah devisa,” katanya usai melakukan pemeriksaan terhadap rokok yang hendak diekspor. Sumber: yakusa.id
Read More
PAMEKASAN – Perusahaan rokok (PR) di Kabupaten Pamekasan terus menunjukkan perkembangan signifikan. Salah satunya adalah PR Empat Sekawan yang kini mulai menjajaki pasar internasional. Industri rokok yang beralamat di Desa Dasok, Kecamatan Pademawu, itu resmi melakukan ekspor perdana ke Filipina. Sebanyak 10 juta batang rokok dikirimkan ke Filipina pada Minggu (3/11). Kegiatan ekspor tersebut turut disaksikan langsung oleh perwakilan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Madura. Owner PR Empat Sekawan, Suhaydi, menyebut ekspor perdana ini sebagai langkah awal untuk membawa rokok lokal Madura ke level yang lebih tinggi. “Ini adalah awal kami untuk melangkah lebih maju,” ujarnya. Menurut Suhaydi, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga hingga seluruh rekan kerja yang selama ini konsisten mendukung perkembangan PR Empat Sekawan. Ia pun menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas seluruh partisipasi yang diberikan. Ke depan, PR Empat Sekawan menargetkan peningkatan volume ekspor. Bahkan, pada Desember mendatang perusahaan ini merencanakan pengiriman sebanyak lima kontainer atau sekitar 50 juta batang rokok. “Kami sudah menjalin komunikasi dengan customer,” ungkapnya. Bagi Suhaydi, keinginan yang dibarengi dengan usaha dan pengorbanan yang kuat tidak akan pernah sia-sia. Hasil kerja keras tersebut kini mulai terlihat nyata. “Ekspor rokok lokal Madura ini bukan hanya menjadi kebahagiaan bagi perusahaan, tetapi juga untuk kita semua,” tuturnya kepada awak media. Tak berhenti di Filipina, PR Empat Sekawan juga membidik pasar negara lain seperti India dan Singapura. Ia berharap potensi yang dimiliki industri rokok lokal Madura dapat terus berkembang, sehingga mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar internasional. Sementara itu, Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan (KIP) KPPBC TMP C Madura, Zainul Arifin, mengapresiasi langkah berani PR Empat Sekawan dalam menembus pasar global. Menurutnya, ekspor tersebut merupakan pencapaian luar biasa, terlebih Madura selama ini kerap dilekatkan dengan stigma rokok ilegal. Karena itu, ekspor perdana ini dinilai dapat memberikan dampak positif bagi industri rokok di Madura sekaligus mengangkat citra PR lokal. “Kami percaya cita rasa rokok lokal Madura memiliki ciri khas. Rasanya luar biasa dan dapat diterima oleh semua kalangan,” jelas Zainul. Ia menegaskan, Bea Cukai akan terus memberikan dukungan maksimal kepada para pengusaha rokok lokal. Mengingat, potensi bahan baku rokok di Madura sangat besar. Di sisi lain, upaya tersebut juga sejalan dengan peran KPPBC TMP C Madura dalam mengembangkan industri rokok legal dan berdaya saing. Sumber: Radar Madura
Read MoreNo news found
Try adjusting your search or filter
Subscribe to our newsletter and never miss an update